A.
PERKEMBANGAN
TABEL PERIODIK
Boyle sebagai pelopor ilmu kimia
modern adalah orang pertama yang memberikan definisi bahwa unsur adalah suatu
zat yang tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi dua zat atau lebbih dengan cara
kimia. Perkembangan sisem periodik dimulai pada akhir aad 18 dan permulaan abad
19.
1. Lavoiser
(1769)
Lavoiseir pada tahun 1769 menerbitkan
suatu dafar unsur-unsur kurang lebih 21 unsur. Lovisier membagi unsur-unsur
dalam logam dan non logam.
2. Dalton
Pada permulaan abad 19, unsure
diklarifikasikan secara secara langsung atau tidak langsung. Pada waktu itu
bobot atom merupakan sifat yang dapat diapakai untuk membedakan atom suatu
unsure dengan atom unsure lain.
3. Johan
W. Dobereiner (1817)
Pada tahun 1817 ia mengamati bebepara
kelompok 3 unsur yang mempunyai kemiripan sifat yang disebut dengan triade.
Dobereiner menemukan bahwa bobot atom brom 80, merupakan rata-rata dari bobot
atom klor 35 dan bobot atom yod 127.
4. J.
A. K. Newland (1863-186)
Newland menyusun unsur-unsur yang
telah dikena pada waktu itu menurut ke bobot atomny. Ditemukan pengulangan
sifat pada setiap unsure kedelapan.
5. Begeyer
De Chancourtois(1863)
Begeyer adalah orang pertama yang
menyusun unsur secara periodik. Ia mengelompokkan unsur-unsur dengan membuat
kurva pada permukaan badan silinder yang disebut dengan “telluric screw”
6. Lothar
Meyer (1869)
Meyer mengukur volume atom setiap
unsur dalam keadaan padat. Volume atom setiap unsur adalah bobot atom unsure
dibagi dengan dengan kerapatannya.
7. Dimiri
Mendelev (1869)
Mendelev telah memperhitungkan
unsur-unsur yang belum ditemukan kemudian mengemukakan tentang adanya hubungan
antara sifat-sifat dengan bobot atom unsur-unsur.daftar ini dikenal dengan
DAFTAR PERIODIC MENDELEEV. Pada daftar ini ditemukan dua penyimpangan yaitu,
pada unsure telirium dengan yod, dan kalium dengan argon yang penempatannya
tidak sesuai dengan kenaikkan bobot atom. Moseley memperbaiki susunan daftar
ini, yaiu uruan unsur-unsur dalam system periodik adalah berdasarkan nomor
atom.
B. SISTEM PERIODIK PANJANG
Unsure-unsur golongan A disebut
unsure-unsur representatife (unsure-unsur utama) yang terdiri dari 8 golongan
yaitu golongan IA-VIIIA. Unsure-unsur golongan B disebut unsure-unsur transisi
yan terdiri dari 8 golongan yaitu golonan IB-VIIIB.
Golongan A mempunyai konfigurasi
electron terluar ns1-2 np0-6, yang berarti :
· Pangkat
merupakan jumlah electron pada kulit terluar
· n
menunjukkan periode
· jumlah
electron pada kulit terluar menunjukkan golongan.
Contoh soal 1
11Na
= 1s2 2s2 2p6 3s1
Termasuk golongan IA, Periode 3.
Golongan B mempunyai konfigurasi
terluar (n-1)d1-10 ns1-2 yang berarti :
· Pangkat
merupakan jumlah electron pada kulit terluar
· n
menunjukkan kulit terluar
catatan :
· jika
jumlah electron = 8-10, maka unsure termasuk golongan VIII(B)
· jika
jumlah electron = 11, maka unsure termasuk golongan IB
· jika
jumlah elektron = 12, maka unsure termasuk golongan IIB untuk jumlah elektron
lainnya sama dengan penentuan golongan A.
contoh soal 2
25Mn
= 1s2 2s2 sp6 3s2 3p6 4s2 3d5
Termasuk golongan VII B , periode 4
29Cu = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d10
Termasuk
golongan I B, periode 4
Golongan IA s/d VIIIA disebbut
golongan utama
Golongan IB s/d VIIB dan VIII disebbut
golonan transisi
Berdasarkan konfigurasi elektronnya, maka unsur-unsur dalam susunan berkala dapat dikelompokkan :
Blok s : yaitu unsur-unsur yang elektron terluarnya mengisi orital s. dalam susunan berkala unsure-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital s adalah unsure-unsur golongan IA dan IIA.
Blok p : yaitu unsure-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital p. dalam susunan berkala unsure-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital p adalah unsure-unsur golongan IIIA sampai dengan golongan VIII A.
Blok d : yaitu unsure-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital d. dalam susunan berkala unsure-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital d adalah unsure-unsur golongan transisi I sampai dengan VIIB ditambah golongan VIII.
Blok f
: yaitu unsure-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital
f. unsure-unsur blok f ini meliputi unsure-unsur lantanida dan aktinida.
C.
SIFAT PERIODIK
UNSUR
1. Sifat
Logam
Unsure-unsur dapat dibagi menjadi :
· Logam
yaitu : zat yang dapat menghantarkan listrik dan panas
· Bukan
logam yaitu : zat yang idak menghantarkan listrik
· Semi
logam (metalloid) : zat yang bersifat logam sekaligus bukan logam.
Dalam satu golongan makin ke atas
letak suatu unsure sifat logam makin berkurang dan dalam satu periode makin ke
kanan letak suatu unsure sifat logam kian berkurang.
2. Jari-jari
Atom
Dalam suatu periode makin kekanan
letak suatu unsure, jari-jari atom semakin kecil. Hal ini disebabkan jumlah
proton dalam inti dan jumlah elektron dalam orbital bertambah, sehingga tarikan
elektrostatik antara partikel yang berlwanan muatan bertambah. Elektron yang
berada pada kulit terluar akan ditarik ke inti sehingga ukuran atom bertambah
kecil.
Dalam satu golongan makin kebawah
letak suatu, jari-jari atom semakin besar. Ini disebabkan bertambahny kulit
elekron sesuai dengan bertambahnya bilangan kuantum utama.
3. Jari-jari
Ion
Suatu atom yang melepaskan elektron
jari-jari ionnya lebih kecil dibanding dengan jari-jari atom netralnya. Ini diseabkan
tarikan inti yang lebih kuat dibandingkan tarikan ini pada atom nertal.
Sebaliknya, apabila suatu atom menangkap elektron, maka jari-jari ionnya lebih
besar dibandingkan dengan jari-jari aom neralnya.
4. Energy
Ionisasi (Potensial Ionisasi)
Energy ionisasi ialah energy yang
diperlukan untuk melepaskan satu elektron dari suau atom yang berdiri sendiri.
Dalam satu golongan, energi ionisasi semakin berkurang jika nomor atom
berubah. Ini disebabkan karena makin bertambahny kulit elektron, maka elektron
pada kulit terluar berada semakin jauh dari inti.ini menyebabkan gaya tarikan
ke inti semakin kecil dan elektron dengan mudah dapat dilepaskan.
Dalam satu periode, pada umumny energy
ionisasi cenderung bertambah dari kiri ke kanan.
5. Afinitas
Elektron
Afinitas elektron adalah energy yang
dilepaskan jika atom dalam bentuk gas menerima elektron dengan membentuk ion
negative.
Dalam satu golongan makin kebawah
letak suatu unsure afinitas elektron makin berkurang.
Dalam satu periode makin kekanan letak
suatu unsure afinitas elektron makin bertambah. Ini disebabkan makin
kecil jari-jari atom, afinitas elektron makin besar.
6. Keelektronegatifan
Keelektronegatifan adalah kemampuan
suatu atom untuk menarik elektron. Ini berkaitan dengan energy ionisasi dan
afinitas elektron.
Sifat keelektronegatifan sama dengan
energy ionisasi dan afinitas elektron, yaitu makin kecil jari-jari atom maka
harga keelektronegatifan makin besar.
7. Sifat-sifat
Magnetik
Suatu atom menunjukkan sifat-sifat magnetic
jika ditempatkan dalam medan magnetic. Atom dapat dikelompokkan dalam dua
golongan berdasarkan sifat magnetiknya. Suatu atom dikatakan memiliki gejala
diamagnetisme jika interaksi elektron yang berpasangan dengan medan magnetic
akan tolak menolak. Sifat diamagnetic ini dapat dikalahkan oleh sifat
paramagnetik, yaitu gejala yang disebabkan apabila suatu atom mempunyai
elektron yang tidak berpasangan. Makin banyak elektron yang tidak berpasangan
makin kuat gaya tarik medan magetnya.
D.
CARA MENENTUKAN
KOEFISIEN REAKSI
Persamaan kimia adalah lambing-lambang
yang menyatakan suatu reaksi kimia. Sedangkan yang dimaksud reaksi kimia adalah
suatu proses dimana zat –zat yang baru yaitu hasil reaksi, terbentuk dari
beberapa zat aslinya yang diesbut Pereaksi. Biasanya suatu reaksi kimia
disertai oleh kejadian-kejadian fisika, seperti perubahan warna, pembentukan
endapan dan timbulnya gas.
Suatu persamaan reaksi kimia
a A + b B ® c C + d D
a, b, c dan d adalah koefisien reaksi
atau perbandingan bilangan zat dalam reaksi. Bilangan tersebut biasanya bulat
dan menyatakan jumlah mol.
- Jadi
perbandingan mol-mol zat dalam persamaan reaksi beranding lurus dengan
koefisiennya
- Jika
bilangan salah satu zat diketahui, maka bilangan zat-zat lainnya dalam
persamaan reaksi dapat ditentukan.
Contoh menentukan koefisien reaksi (reaksi seimbang)
A1(P) + Cl2 (g) ®
AlCl3 (belum seimbang)
A1(p) + 3 Cl2
(g) ® 2AlCl3 (belum seimbang)
2 Al(p) + Cl2 (g) ®
2 AlCl3 (reaksi seimbang)
C2H6 +
7/2O2 ® 2 CO2(g) +
3 H2O (belum seimbang)
Reaksi ini sudah seimbang, tetapi
koefisien masih ada yang berbentuk pecahan untuk menghilangkan koefisien
pecahan harus dikalikan 2
2C2H6 + 7O2 ®
2 CO2(g) + 3 H2O (belum
seimbang)
E. MACAM REAKSI
Dengan mengetahui beberapa sifat jenis
reaksi, kita dapat menerangkan reaksi-reaksi kimia lebih mudah.
Persamaan reaksi dapat ditulis apabila
sudah diketahui rumus molekul zat-zat pereaksi dan hasil reaksi. Secara umum
dikenal 5 macam reaksi. Berikut macam-macam reaksi beserta penjelasannya :
1. Reaksi
Kombinasi
Reaksi kombinasi adalah reaksi dua
atau lebih zat (baik unsure atau senyawa) yang ereaksi membentuk satu hasil
reaksi. Beberapa jenis reaksi kombinasi adalah sebagai berikut :
a. Logam
+ bukan logam ® senyawa biner
Contoh : 4 Al(p) + 3
O2 (g) ® 2 Al2O3(P)
b. Bukan
logam + oksigen ® oksida bukan logam
Contoh : 2 C(p) + O2
(g) sedikit ®
2 CO(g)
2 C(p) + O2
(g) banyak ®
2 CO(g)
c. Oksida
logam + air ® hidroksida logam (basa)
Contoh : CaO(p) + H2O ®
Ca(OH)2(lx)
d. Oksida
bukan logam + air ® asam oksi
Contoh : SO3 + H2O ®
H3SO4
e. Aksida
bukan logam + oksida logam ® garam
Contoh : CaO(p) + SO2 ®
CaSO3(P)
Oksida logam adalah anhidrida basa
Oksida bukan logam adalah anhidrida
asam
2. Reaksi
Penguraian
Reaksi penguraian adalah suatu bentuk
2 atau lebih zat baru, yang hasilny bisa unsure atau senyawa. Kadang-kadang
untuk penguraian diperlukan pemanasan. Umumnya merupakan reaksi khusus.
a. Hidrat
Dipanaskan terurai menghasilkan air dan
garam anhidrat
Contoh : BaCl2 + 2 H2O ®
BaCl2(p) + 2 H2(g)O
b. Klorat
Dipanaskan terurai membentuk klorida
dan gas oksigen
Contoh : 2 KClO3 ® 2
KCl(p) + 3 O2(p)
c. Beberapa
Oksida Logam
Terurai bila dipanaskan membentuk
logam bebas dan gas oksigen
Contoh : 2 HgO(p) ® 2
Hg(c) + O2(g)
d. Beberapa
Karbonat
Bila dipanaskan terurai membentuk
oksida dan karbondioksida
Contoh : CaCO3(p) ®
CaO(p) + CO2(p)
e. Bikarbonat
Kebanyakan bila dipanaskan teruraai
membentuk oksida dan karbondioksida
Contoh : Ca (HCO3)2(p) ®
CaO(p) + 2 CO2(g) + H2O (g)
Karbonat golongan 1A dipanaskan
menghasilkan karbonat, karbondioksida dan air
f. Air
Akan terurai menjadi gas hydrogen dan
gas oksigen bila langsung dialiri listrik
Arus listrik
2 H2O(c) 2
H2(g) + O2(g)
Langsung
3. Reaksi
Pertukaran
Kebanyakan dari jenis reaksi salah
satu pereaksinya adalah logam yang akan menggantikan ion logam lain dari
larutan.
Logam yang menggantikan harus lebih
aktif dari logam yang digantikan.
Deret keaktifan logam disebut deret
volta
Li K Ba Ca
Na Mg Al Zn Fe Cd Ni Sn
Pb (H) Au
Susunan ini makin kekanan reaksinya
kurang aktif.
Logam yan terletak disebelah miri H
dapat bereaksi dengan asam kuat encer menghasilakn gas hydrogen
Contoh :
1) Fe (p) +
CuSO4(aq) ® FeSO4(aq) +
Cu (p)
2) Cu (p) +
FeSO4(aq) ¾XX®
3) Zn (p) +
2 HCl (aq) ® 2 ZnCl2(q) +
H 2(g)
Reaksi perukaran dapat erjadi juga
pada deret bukan logam, misalnya deret halogen
F Cl Br I
Contoh :
1) Cl2 (g) +
2 NaBr (aq) ® 2 NaCl (aq) +
Br2 (c)
2) I2 (p) +
2 NaBr (aq) ¾XX®
4. Reaksi
Pertukaran Berganda
Reaksi pertukaraan rangkap adalah
suatu breaksi dimana terjadi pertukaran antara dua pereaksi.
Contoh :
AgNO3 (aq) +
NaCl(aq) ® AgCl(p) +
NaNO3 (aq)
No3- dan Cl- ditukar
tempatnya sehingga No3- bergabung dengan Na+ dan Cl- bergabung
dengan Ag+ membentuk AgCl yang tidak larut.
5. Reaksi
Netralisasi
Reaksi netralisasi terjadi pada suatu
asam atau oksida asam bereaksi dengan basa atau oksida basa membentuk garam dan
air. Bila tidak terbentuk air maka reaksinya antara oksida asam dan
oksida basa (=reaksi penggabungan).
Macam reaksi netralisasi :
a. Asam
+ basa ® garam + air
Contoh :
HCl (aq) +
NaOH (aq) ® NaCl (aq) +
H2O (aq)
b. Oksida
logam + asam ® garam + air
Contoh :
CaO (p) +
2 HCl (aq) ® H2O (aq) +
CaCl2 (aq)
c. Oksida
bukan logam + basa ® garam + air
Contoh :
SO2 (g) +
2 NaOH (aq) ® Na2SO3 (aq) +
H2O (g)
d. Oksida
asam + oksida basa ® garam
Contoh :
MgO (p) +
SO3 ® MgSO4 (p)
e. Ammonia
+ asam ® garam ammonia
Contoh :
NH3(g) +
HCl (aq) ® NH4Cl (p)
>>VIDEO CONTOH REAKSI KIMIA
>>REFERENSI
1.REFEENSI TEKS
-http://hasmunfamily.blogspot.com/2017/07/ilmu-alamiah-dasar-iad-bab-vii-ii-table.html
2.REFERENSI GAMBAR
-https://www.google.com/search?q=animasi+persamaan+kimia&tbm=isch&ved=2ahUKEwjC2ISp-97sAhXRVCsKHa9qAfkQ2
3.REFERENSI VIDEO
-

















Komentar
Posting Komentar