RE-ORIENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ERA INDUSTR I 4.0
Berdasar pada keuntungan dan tantangan era Industri
4.0 ada hal yang saling terkait, yaitu mendorong penelitian (keuntungan
industry 4.0) dan ketenagakerjaan (tantangan industry 4.0). Kebutuhan akan skil
atau kompetensi teretentu yang diperlukan dapat disiapkan melalui pendidikan
dan pelatihan. Tantangan bagi generasi sekarang dan akan datang tidak hanya
untuk mengisi kebutuhan baru bisnis dalam rangka menciptakan tenaga kerja, akan
tetapi juga untuk menghadapi tantangan sosial dan lingkungan global
(Brown-Martin, 2017; TFO, 2017). Masalahnya di masa depan bukan karena
kurangnya pekerjaan, tetapi kurangnya keterampilan yang dibutuhkan oleh
pekerjaan baru. Ini berarti pekerjaan yang baru pada era industry 4.0
membutuhkan kompetensi atau skil yang baru. Dalam laporannya, forum ekonomi
dunia menyampaikan bahwa dalam waktu lima tahun terjadi perubahan skil utama
yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Pada tahun 2015, sepuluh skil utama yang
dibutuhkan yaitu:
1. Complex
Problem Solving,
2. Coordinating with Others,
3. People Management,
4. Critical
Thinking,
5. Negotiation,
6. Quality Control,
7. Service Orientation,
8. Judgement and Decision-Making,
9. Active Listening,
10. Creativity.
Sedangkan pada tahun 2020, sepuluh skil utama yang diperlukan
adalah:
1. Complex
Problem Solving,
2. Critical Thinking,
3. Creativity,
4. People Management,
5. Coordinating with Others,
6. Emotional Intelligence,
7. Judgement and Decision-Making,
8. Service
Orientation,
9. Negotiation,
Kesimpulan :
Perubahan akan terus terjadi, tidak akan menunggu
kita. Pemimpin, pebisnis, pendidik, dan pemerintah semua harus proaktif dalam
meningkatkan keterampilan dan melatih kembali orang sehingga semua orang dapat
memperoleh manfaat dari industry 4.0. Disamping berbagai manfaat, terdapat juga
tantangan atau masalah baru dari industry 4.0.
Berbabagi kompetensi yang perlu dimiliki agar
memperoleh manfaat dari industry 4.0 yaitu kompetensi dalam bidang kognitif
(Intelligence quotient), Emotional intelligence (inter-personal dan
intra-personal) serta Spiritual Intelligence (antar hambah dan kholik). Untuk
membekali generasi di era industri 4.0 perlu cara berpikir baru dalam mencari
solusi baru. Dalam konteks Seminar Nasional “Pembelajaran Matematika Menghadapi
Era Revolusi Industri 4.0 28 pendidikan yang perlu mendapat perhatian adalah
guru dan peserta didik. Aktivitas pembelajaran yang selama ini berfokus pada
guru perlu lebih diarahkan ke pengalaman peserta didik, guru sebagai
fasilitator dan motivator. Sasaran pembelajaran disamping pencapaian hasil
perlu juga dikembangkan karakter dan keterampilan HOTS.
REFERENSI
1.REFERENSI VIDEO :
-https://www.youtube.com/results?search_query=Pembelajaran+matematika+era+industri
2,REFERENSI MATERI:
-http://repository.usd.ac.id/35939/1/5570_Prosiding%2BSemnas.pdf


Komentar
Posting Komentar