KELAS : 1DA01
NPM : 41220110
MATKUL: PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
"SIKAP MAHASISWA GUNADARMA TERHADAP TEROR BOM DI GEREJA KATEDRAL MAKASSAR"
tempat kejadian
Pada hari Minggu 28 Maret 2021, Terjadi ledakan bom bunuh diri di depan pintu gerbang gereja katedral, Jalan Kajaolalido, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ledakan Bom bunuh diri ini telah membuat ketakutan di tengah masyarakat, serta menyebabkan banyak korban yang terluka.
Saya sebagai Mahasiswa gunadarma akan menyampaikan beberapa hal berikut ini :
1. Saya mengucapkan rasa duka yang sedalam-dalamnya atas tragedi ini. semoga keluarga korban diberikan ketabahan, dan semoga identitas pelaku dan pihak" yang ikut dalam aksi ledakan bom bunuh diri ini segera tertangkap.
2. Tindakan Bom bunuh diri ini sangat bertentangan dengan Hukum, Agama, dan juga Hak Asasi Manusia. Kita sebagai warga negara republik indonesia yang pancasilais seharusnya tetap berada dijalur yang taat dengan hukum dan berpegang teguh pada pedoman agama masing".
3. Mengajak Seluruh masyarakat Indonesia, tokoh'' agama bersama-sama kita wujudkan dan mempererat persatuan dan juga kesatuan . dan tetap menjaga stabilitas regional dan nasional dalam menjaga dan mempertahankan ketahanan nasional.
4. Mengajak seluruh Masyarakat untuk tidak menyebarkan gambar, video yang dapat membuat rasat takut dan juga kegelisahan.
5. Semoga seluruh umat kristiani diberikan kesabaran dan ketenangan dan juga tidak terjerumus dengan hal' yang dapat menyebabkan konflik antar umat beragama yang didalangi oknum2 yang tidak bertanggung jawab.
6. Saya Berharap semoga anggota POLRI dapat segera menyelesaikan kasus ini, dapat menemukan identitas pelaku dan memberantas orang'' / kelompok yang ikut serta dalam aksi bom bunuh diri ini. semoga para pelaku diberikan hukuman yang sesuai dengan pasal-pasal yang berlaku.
7. Ayo masyarakat Indonesia, kita buat negara ini menjadi negara yang nyaman, tentram, damai, kita pertahankan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. NKRI HARGA MATI
Kita sebagai warga negara indonesia harus bisa membangun integrasi nasional ,hal ini sangat penting dilakukan agar ketakutan dan ke khawatiran masyarakat bisa hilang. Janga sampai kita justru membuat masyarakat menjadi takut dan gelisah atas kejadian ini.
Faktor Penyebab Integrasi Nasional
1. Perasaan Senasib dan Seperjuangan
Satu di antara faktor pendukung integrasi nasional yang paling utama ialah adanya perasaan senasib dan seperjuangan. Hal tersebut muncul saat masa penjajahan, di mana warga Indonesia bersatu untuk merdeka karena dilandasi keinginan yang sama, tanpa memedulikan suku, agama, ras, dan golongan.
2. Keinginan untuk Bersatu
Satu di antara peristiwa yang menunjukkan keinginan persatuan Indonesia adalah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Warga Indonesia ingin bersatu dalam semangat perjuangan yang sama, sesuai cita-cita nasional.
3. Rasa Cinta Tanah Air
Faktor yang memengaruhi integrasi nasional juga karena adanya rasa cinta tanah air di kalangan Bangsa Indonesia. Hal itu dibuktikkan saat masa perjuangan dalam merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia sampai sekarang.
4. Wujud Ideologi Nasional
Integrasi nasional menjadi wujud dari ideologi nasional yang telah disepakati bersama. Lewat ideologi Pancasila, Indonesia yang mempunyai banyak perbedaan atau keragaman bisa tetap bersatu.
Hal itu dikarenakan nilai-nilai Pancasila yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
5. Budaya Gotong Royong
Faktor pembentuk integrasi nasional bisa timbul adanya budaya gotong royong. Seperti diketahui, budaya gotong royong merupakan ciri khas kepribadian bangsa Indonesia secara turun temurun sejak dulu dan tetap dipertahankan hingga sekarang.
6. Antisipasi Ancaman Asing
Integrasi nasional juga penting untuk mengantisipasi ancaman dari luar. Bentuk ancaman dari luar tersebut bisa berupa pengambilan wilayah atau pulau paling luar di Indonesia.
Alternatif Penyelesaian kasus tersebut
-1. Memberikan pemahaman tentang patriotisme
Upaya pencegahan disintegrasi bangsa yang bisa dilakukan adalah masyarakat harus memiliki jiwa patriotisme atau cinta tanah air. Masyarakat harus mulai berpikir bahwa kepentingan negara jauh lebih berfaedah dan lebih penting dibandingkan dengan kepentingan pribadi maupun juga kelompok. Rasa cinta tanah air, rasa persaudaraan, dan jiwa pancasila memang harus ditanamkan oleh setiap individu.
Mereka harus sadar bahwa apapun dan bagaimana pun kondisinya, Indonesia harus tetap menjadi negara yang bersatu. Istilah ini biasanya dislogankan sebagai “NKRI harga mati”. Lalu bagaimana jika ada keputusan yang tidak pro rakyat? Jalan yang dilakukan adalah dengan berdiskusi melalui lembaga-lembaga yang memang bertugas sebagai pihak penengah untuk penyelesaian permasalahan tersebut. Dengan begitu, sikap maupun tindakan yang dilakukan berdasarkan argumentasi dan bukan sentimen. Hal ini akan mencegah terjadinya disintegrasi bangsa yang dapat merugikan semua pihak.
2. Menghilangkan hal-hal yang berbau primodalisme
Primodalisme merupakan sebuah pandangan atau sikap yang memegang kuat mengenai hal-hal yang sudah dibawa sejak kecil. Hal-hal tersebut bisa berhubungan dengan tradisi, kepercayaan, adat-istiadat, dan lain sebagainya. Semua orang harus mulai meninggalkan primodalisme sempit yang bisa mempengaruhi stabilitas berbangsa dan bernegera.
Selain itu, tindakan-tindakan lainnya yang berhubungan atau berpotensi menimbulkan KKN atau Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme juga harus ditinggalkan. Ketiga hal juga bisa memicu munculnya rasa ketidakpercayaan masyarakat sehingga kemudian masyarakat berpotensi melakukan perlawan yang akhirnya mengakibatkan disintegrasi bangsa.
3. Rakyat harus punya sikap selektif
Tidak bisa kita pungkiri bahwa ada pihak-pihak yang saat ini sudah berusaha untuk memecah belah bangsa. Usaha pemecah belah bangsa tersebut biasanya dilakukan dengan membawa isu-isu yang sensitifi, seperti agama. Terlebih lagi, perkembangan dunia komunikasi sudah semakin maju dimana berita akan sangat mudah menyebar melalui media sosial.
Oleh karena itu, masyarakat diminta harus lebih cerdas dan selektif di dalam membaca dan memilih berita yang muncul atau sedang viral. Tidak semua berita yang viral tersebut terbukti benar alias fakta. Masyarakat harus pandai mengecek kebeneran dari berita atau isu-isu yang dimunculkan oleh berbagai akun di media sosial. Dengan begitu, mereka tidak akan mudah termakan isu tersebut.
4. Meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat
Upaya mencegah disintegrasi bangsa juga bisa dilakukan dengan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Saat ini kepercayaan masyarakat menurun terhadap lembaga-lembaga yang sebelumnya dinilai masyarakat memiliki kredibilitas dan netralitas. Lalu bagaimana mengatasinya? Pemerintah harus benar-benar mampu membangun kepercayaan mereka dengan penjelasan dan berbagai bukti yang dilakukan.
5. Melawan berbagai gerakan separatis
Pemerintah juga harus melawan berbagai gerakan separatis yang muncul yang dapat mengganggu stabilitas negara. Tentu hal ini juga harus diimbangi dengan keterlibatan masyarakat di dalam mengakses berita tersebut. Pemerintah harus menjelaskan secara jelas mengenai gerakan yang mereka lawan berdasarkan bukti-bukti yang kuat. Dengan begitu, disintegrasi bangsa bisa dicegah.




Bagus mantap sekali nab 👍🏻
BalasHapusTerimakasih Maas Wildan
Hapus4. Mengajak seluruh Masyarakat untuk tidak menyebarkan gambar, video yang dapat membuat rasat takut dan juga kegelisahan.
BalasHapusSetuju, kita harus santun dan peka dalam menyebarkan info agar tidak sampai menyakiti perasaan keluarga korban
Yaps betul sekali, kita harus tetap menjaga perasaan satu sama lain heheh
Hapuswihh keren bill
BalasHapusTerimakasih renaldy
HapusPemerintah juga harus melawan berbagai gerakan separatis yang muncul yang dapat mengganggu stabilitas negara.
BalasHapusTerima kasih Nabila, doa dan harapan kita bersama semua pihak terkait dapat bersinergi dalam menuntaskan kasus ini dan negara stabil serta aman menuju Indonesia maju
Sama sama pak Elia, amin semoga Indonesia pulih dan senantiasa damai dengan keadaan
HapusLuar biasa
BalasHapus,top markotop
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus